Make-Up Service

Sunday, 3 July 2011

Puisi: Dia...




Dia...
Sejak pertama kali memandangnya
Aku jadi jatuh cinta
Kerana ketenangan di wajahnya
Dengan titisan-titisan rahmat 
Yang melekat pada tubuhnya

Dia...
Alunan merdu suaranya
Menyanyikan bait-bait indah kalamullah
Mendamaikan hati yang sedang lara
Menyucikan diri dari dosa

Dia...
Aliran air matanya 
Tatkala kata-kata hikmah dilantunkan
Melembutkan hati-hati yang keras
Menangisi akan setiap noda

Dia...
Hanyalah seorang insan biasa
Tapi mampu mengubah mata dunia
Akan keesaan-Nya
Mengubah hati manusia 
Menuju cinta-Nya
Dakwah yang dibawa
Menyentuh hati-hati mereka

Dia...
Lain dari yang lainya
Senyumannya bagai memanah
Hati sesiapa saja yang melihatnya
Subhanallah... 
Dialah insan yang ditakdirkan
Bagi mereka yang punya hati murni
Seperti dirinya jua

Dia...
Dialah insan itu
Insan dambaan hati
Sang putera berkuda putih dari kayangan
Insan yang menjadi idaman setiap puteri
Insan yang namanya disebut dalam setiap doa
Insan yang diberi nama
Hamba pilihan Tuhan


Nota: Dipetik daripada puisi seorang sahabatku. Atas keizinannya, kunukilkannya semula di sini. Sekadar mengisi ruangan yang sudah agak lama bersawang. Semoga hari-hari anda dilimpahi rahmat dan redha Allah. Insya-Allah.


D untuk --> Dia dan Demam

:) / :(


No comments:

Post a Comment