Zahrana risalah cinta suci
Sebut nama-Nya, dekat dengan-Nya, pinta pada-Nya
Zahrana risalah cinta suci
Sebut nama-Nya, dekat dengan-Nya, pinta pada-Nya
A blog of thoughts and memories. Thoughts are to be shared. Memories are to be kept. Thoughts and memories, both of them are meant to be treasured. Let's appreciate them.
| Ini 'emak' saya dalam QYC. Mak Iqah nama dia. Dia pun selalu buat aku tersenyum. "Mak, aku cinta padamu." (Senyum) |
Salam.
Andai ku tahu….
Kapan tiba ajalku…
Ku akan memohon tuhan tolong panjangkan umurku…
Andai ku tahu…
Kapan tiba masaku…
Ku akan memohon tuhan jangan kau ambil nyawaku…
Aku takut akan semua dosa dosaku…
Aku takut dosa yg terus membayangiku…
Andai ku tahu…
Malaikatmu kan menjemputku…
Izinkan aku mengucap kata taubat padamu…
Aku takut akan semua dosa dosaku…
Aku takut dosa yg terus membayangiku…
Ampuni aku dari segala dosa dosaku…
Ampuni aku menangis ku bertaubat padamu…
Aku manusia yang takut neraka…
Namun aku juga tak pantas disurga…
Andai ku tahu….
Kapan tiba ajalku…
Izinkan aku mengucap kata taubat padamu…
Aku takut akan semua dosa dosaku…
Aku takut dosa yg terus membayangiku…
Ampuni aku dari segala dosa dosaku…
Ampuni aku menangis ku bertaubat padamu…
Artis: Ungu
Nota: Kalaulah kita tahu bila kita akan pergi, sudah tentu kita akan meminta masa yang lebih untuk membuat persediaan yang lebih rapi sebelum kembali menemui Kekasih hati. Kalaulah kita tahu bila kita akan pergi, sudah tentu kita akan lebih terbuka hati untuk mengisi setiap kekosongan hidup ini dengan amal-amal kebaikan dan melengkapkan semua ibadah yang dirasakan masih kekurangan dan ada kelemahan. Andai kita tahu bila kita akan mati, tentu kita ingin lebih banyak berbakti pada agama dan ummah, agar dengan itu akan menjadi saham terbesar buat kita di akhirat kelak dan menjadi tiket untuk kita masuk ke taman firdausi. Andai kita tahu bila kita akan disemadikan, sudah tentu kita akan lebih serius beribadah demi mendekatkan diri kita kepadaNya, yang selama ini dirasakan semakin jauh hari ke hari. Inilah persoalan-persoalan yang sering menjengah fikiran. Namun, mengapakah kita tidak pernah bertanya pada diri sendiri; mengapakah aku tidak bersedia mulai dari sekarang lagi? Mengapakah aku harus tunggu sehingga Sang Pnecabut nyawa datang menarik nyawaku dari jasadku baru aku ingin menangis-nangis sepuas hati? Kenapa masa yang terluang ini tidak digunakan sebaik-baiknya?
Tanyalah kepada diri masing-masing....
Sesungguhnya bukan kita yang semakin jauh dari mati, namun mati itu sendiri yang semakin mendekati. Sahutan si kubur semakin sayup-sayup kedengaran setiap kali mata mula dilelapkan. Malaikat Izrael kan datang bila-bila masa dengan izinNya.
Wallahua'lam.
Salam sayang,
Qamar

Eternal snow Will the feeling do nothing but swell, or Will you notice it Even though I've never said anything? | |
| | It continues to pile up |
| | Hold me tight if I think like this I didn't want to know What it was like to fall in love with someone I love you; my tears won't stop Therefore, I should be free of you |
| | My sigh makes the window glass fog up |
| | Can't melt my shaking heart anymore? |
| | If we meet in a biting cold blizzard I won't feel cold, and I miss you everytime I think of you This scarf that I knit for you I'm holding it alone tonight |
| | If there were an eternally falling snow This feeling I have for you, could I hide it? |
| | I didn't want to know What it was like to fall in love with someone I love you; my chest fills up I want to cry out to the winter sky I want to see you now |